"Tenang saja, Rena. Selama ada aku di sini, kakakmu dan Ayah akan baik-baik saja," ujar Ardi yang berdiri di sampingku sambil tersenyum.Setelah Rena meninggalkan ruang perawatan, suasana menjadi jauh lebih sunyi. Hasan kebetulan baru saja terbangun saat itu. Ketika mendongak dan melihatku, dia sempat tertegun sejenak. Namun, saat tatapannya beralih ke wajah Ardi di sampingku, ekspresinya justru tampak jauh lebih tenang.Ini benar-benar aneh. Hasan pernah mencoba menjebak Ardi, tetapi saat tersadar dan melihat pria itu, dia sama sekali tidak terlihat merasa bersalah atau panik. Sebaliknya, dia seolah melihat tumpuan yang membuatnya merasa aman.Justru saat menatapku, meskipun sudah mencoba menahan diri, kegelisahan dan ketegangan masih terpancar jelas dari tatapannya yang terus menghindar.Ada yang tidak beres di sini."Ayah, kamu sudah bangun. Apa kamu haus? Apa kamu ingin minum air?" Aku membawakan segelas air untuknya."Ya ... ya." Hasan menerima air itu, tetapi tidak segera meminum
Read more