Aku tahu ibu mertuaku sangat mengkhawatirkanku. Jadi, aku menurut saat dia menuntunku ke ruang tamu sambil berkata dengan nada manis, "Ibu, maaf sudah membuat Ibu cemas. Aku janji lain kali akan lebih berhati-hati. Aku tidak akan membuat Ibu marah lagi.""Ibu tidak marah." Sebenarnya ibu mertuaku memang sempat merasa marah, tetapi begitu mendengar kata-kataku, nada bicaranya pun langsung melunak, "Ibu hanya merasa cemas dengan kesehatanmu. Sekarang kamu sedang mengandung, ada nyawa kecil di perutmu. Bagaimana kalau kamu sampai kelelahan? Bukan hanya Ardi, Ibu pun akan ikut sedih melihatnya.""Ya, Bu. Aku tidak akan mengulanginya lagi," sahutku dengan nada yang makin lembut. Kemudian, aku bertanya dengan santai, "Oh ya, apa Ardi sudah pulang?""Belum. Entah apa yang sedang dia lakukan. Dia bahkan tidak mengangkat teleponnya. Padahal operasinya sudah selesai sejak setengah jam yang lalu," gerutu ibu mertuaku, mengeluhkan tentang Ardi. Namun, dia segera melanjutkan, "Abaikan saja dia. Dia
Mehr lesen