Namun, aku juga tahu bahwa pekerjaan Ardi memang sangat sibuk. Kejadian hari ini datang dengan tiba-tiba, tanpa ada pengaturan sebelumnya. Wajar jika Ardi tidak bisa meluangkan waktu.Ardi sepertinya bisa merasakan kekecewaanku. Lengannya melingkari bahuku ketika berkata, "Sayang, aku berjanji padamu kalau aku pasti akan meluangkan waktu untuk melihatnya. Kamu tahu kalau aku tidak akan mengingkari janji yang aku buat.""Baiklah." Sebenarnya, aku sendiri juga sudah memahaminya.Aku langsung mengikuti Ardi duduk di meja makan. Bibi Siti membawakan satu porsi sarapan, meletakkannya di depanku, sementara ibu mertuaku yang ada di samping bertanya padaku, "Raisa, apa yang kalian bicarakan tadi? Ceritakan padaku agar Ibu juga bisa mendengarnya.""Itu ...." Aku baru saja hendak membuka mulut untuk berbicara.Namun, Ardi yang ada di samping sudah memotong sambil menekan tanganku dengan lembut, "Ini adalah rahasia kami. Bu, jangan bertanya lagi. Pasangan itu hanya dua orang, bukan tiga orang. Ti
Read more