Ketika melihatku, Ardi tertegun sejenak. "Sayang, apa kamu yang berbicara tadi?"Ternyata dia juga terganggu oleh suara pertengkaran ayah dan ibu mertuaku."Bukan, aku baru bangun tidur, tidak berbicara." Aku menggelengkan kepala, lalu berjalan menuju arahnya. "Apa yang sedang kamu lakukan di sana?"Sekarang sudah malam, di luar sudah tidak ada sinar matahari lagi. Ardi tidak mungkin sedang berjemur, 'kan?"Aku sedang menata bunga." Ardi mengulurkan tangan untuk menarik tanganku, lalu menarik jaket di bahuku. "Cuacanya dingin, kenapa kamu tidak memakai baju dengan benar?"Sebenarnya tadi aku sudah memakainya dengan benar. Hanya saja, tadi aku terlalu terburu-buru untuk berlari naik, hingga tidak memperhatikan jaket yang miring di bahuku.Aku tidak menjawab pertanyaan Ardi, langsung mengikutinya masuk ke teras atap. "Bunga apa yang sedang kamu tata? Biar aku melihatnya.""Bunga yang kamu suka, bunga kamelia." Ardi tersenyum sambil merangkul bahuku, membawaku masuk bersama.Benar saja, d
続きを読む