Malam itu, aku tidur begitu lelap, hingga aku terlambat masuk sekolah keesokan harinya.Namun, Levina, teman sebangkuku, tidak tampak di kelas.Sejak hari itu, dia tidak pernah muncul lagi di kelas.Tak lama kemudian, pihak sekolah memanggilku untuk berbicara. Setelah itu, aku akhirnya melihat Levina lagi di krematorium.Gadis itu terbaring tenang di sana dengan kedua mata terpejam. Dia sudah mengenakan pakaian baru yang bersih, tetapi luka-luka mengerikan yang menyayat hati tetap saja terlihat dari balik lengan baju, kerah, hingga ujung celananya.Saat itu aku masih terlalu kecil untuk memahami istilah-istilah medis yang rumit. Namun, aku bisa melihat dengan jelas bahwa Levina telah mengalami siksaan yang luar biasa sebelum meninggal. Dia meninggal dalam penderitaan dan kesakitan.Levina meninggal di dalam vila itu. Namun, bukankah seharusnya dia langsung diusir begitu masuk ke sana?Lagi pula, orang yang seharusnya berada di vila malam itu adalah aku.Sejak awal, Hasan ingin aku perg
Read more