Warning!Mature Area 21++Explicit.Bijaklah dalam memilih bacaan.***Plak…!“Ahhh…” tamparan keras menggema di pipi pantat Bella, membaur dengan suara desah yang tak kunjung padam. Kulit putih sang perempuan kini berubah menjadi merah, tercetak telapak tangan besar menempel di sana, seperti pahatan yang disengaja.Ethan membalik tubuh ramping itu, menariknya, mengangkat bokongnya tinggi-tinggi, bersiap menghujam dalam dari arah belakang. “Nungging, Sayang,” Plak…!“Arghhh…” jerit Bella frustasi. “Beri aku waktu… Tidak… Jangan sekarang, Ethan… aku mohon… ahhg—” ia menggeleng seperti orang sinting. Tapi sayangnya Ethan bukan pria sebaik itu untuk urusan ranjang.“What the fck, Isabella. Aku hanya menuruti keinginanmu,” ia meraih durex yang masih terbungkus foil pack di saku celananya, menggigitnya, lalu merobek dan membenamkan penisnya yang masih belum mendapatkan kepuasan dengan satu hentakan kuat.“Nggak muat, Masss…” desahnya dengan kepala mendongak ke atas, “Udah, stop… s-sakit
Last Updated : 2026-02-04 Read more