Bella terpaku, napasnya tertahan di dada. Cahaya dari perapian menari di permukaan batu permata zamrud itu, seolah menyimpan janji abadi. Cincin emas putihnya ramping, elegan, dengan berlian kecil mengelilingi pusatnya—bukan barang mewah berlebihan, tapi penuh makna, seperti Ethan yang selalu tahu caranya menyentuh hatinya.“Mas… ini serius?” bisik Bella, air mata bahagia menggenang di matanya yang berbinar. Tubuhnya masih hangat dari pelukan mereka, tapi getar baru ini lebih dalam, menyentuh jiwa.Ethan berlutut di depannya, tangannya mantap memegang kotak itu. “Lebih serius dari segala pencapaian yang pernah aku dapatkan, Sayang. Kamu sudah jadi segalanya bagiku—mitra, kekasih, dan masa depanku. Berlari sejauh apa pun darimu, pada akhirnya aku akan kembali padamu.” Tatapan itu menyendu, menunjukkan kesungguhan yang tidak main-main. “Violla Isabella, maukah kamu menjadi istriku? Aku tidak akan lari lagi dari perasaanku padamu.”Bella mengangguk cepat, suaranya pecah emosi. “Ya, Mas!
Last Updated : 2026-01-08 Read more