Zivanna terpaku, mata hazel yang biasanya penuh otoritas kini melemah sejenak, seolah melihat bayangan suaminya yang telah tiada di wajah Ethan. Udara ruang makan terasa semakin tebal, aroma chamomile tak lagi menenangkan. “Jadi kamu marah sama Mama, Ethan? Hanya karena kalian putus, dan kamu nyalahin Mama." Zivanna mendengus kasar, "Sekarang kamu ngancam, akan meninggalkan tanggung jawabmu di perusahaan demi perempuan itu?” ultimatum yang diucapkan Ethan benar-benar mengguncang hati Zivanna.Ethan berdiri tegak, napasnya tersengal, tapi matanya tak bergeming. "Aku serius, Ma. Dirgantara Corp adalah warisan Papa, tapi aku bukan pion di permainan kalian semua. Bella adalah masa depanku. Kalau Mama paksakan kehendak ini, aku tinggalkan semuanya—jabatan, nama besar, apa pun."Zivanna merosot kembali ke kursi, tangannya gemetar memegang pinggir meja marmer. Pikirannya berputar cepat, ambisi membangun kerajaan bisnis yang tak tergoyahkan, keutuhan keluarga yang ia jaga dengan baik, dan ki
Last Updated : 2026-01-17 Read more