Monas, 5 Oktober 2027Baby Rain tersenyum untuk pertama kalinya pukul 19:30. Bibir mungilnya melengkung, sebuah matahari kecil menembus awan gelap Monas. Matanya, hitam dan dalam, menatap kerumunan setengah juta manusia di rumput yang basah dan berkilau. Gigi belum tumbuh, tapi tawa itu—tawa yang rapuh dan liar—mengisi udara, lebih keras daripada chorus manusia yang basah kuyup.Rian berdiri di tengah lapangan, kaus hitamnya menempel pada tubuhnya, gitar akustik di pangkuan. Senar E basah tapi tetap bernyanyi. Di dekatnya, Naya duduk di stroller Baby Rain, hoodie abu-abu Juilliard menempel pada kulitnya, tangan gemetar di perut kosong. Bayi itu baru tiga hari di dunia, selimut putih setengah basah, matanya terbuka lebar, menelan setiap tetes hujan dan cahaya lampu.Lara berdiri di samping, lima belas tahun, kaus Tiga Suara basah, glitter jatuh ke rumput seperti hujan bintang yang tenggelam. Ratna melangkah tanpa walker, kaki kanannya kuat, mata tajam, langkahnya pasti. Maya memegang p
Terakhir Diperbarui : 2025-11-14 Baca selengkapnya