Sebelum menurunkan karung dagangan, Arga berhenti sejenak. Ia meraih jubah hitam dari dalam gerobak, kainnya dingin dan berat di tangan. Tudung ia tarik perlahan menutupi wajah, menyisakan bayangan di atas mata. Ia memastikan lipatan kain jatuh tidak simetris—terlalu rapi justru berbahaya. Baru setelah itu ia berjongkok, menata herbal dan kain di atas papan kayu, bergerak seperti pedagang lain, tapi dengan kesadaran penuh bahwa satu kesalahan kecil bisa membuatnya diperhatikan prajurit Kaelius. Sebelumnya Arga telah diberitahu oleh Hendrickson bahwa saat didepan gerbang, penjaganya bukanlah bagian dari prajurit kaelius. dan disitu Arga tidak boleh pakai jubah saat masuk karena pendatang harus memperlihatkan wajahnya saat masuk. Jubah hitam itu bukan sekadar penyamaran. Bukan karena bahannya, melainkan karena maknanya. Ia menarik tudung sedikit lebih dalam, memastikan bayangan menutup wajahnya. Di dunia ini, wajah yang salah bisa berarti kematian. Prajurit Kaelius bukan sekadar apa
Last Updated : 2026-01-25 Read more