Sore itu, Arga dan Hendrickson baru saja selesai berdagang di pasar desa. Matahari mulai condong ke barat, dan bayangan pepohonan mulai memanjang di atas jalan tanah yang berdebu. Mereka berjalan beriringan menuju gerobak yang diparkir di pinggir pasar. Arga membawa beberapa kantong kecil berisi sisa barang dagangan—kain yang tidak laku, beberapa herbal, dan sejumlah koin yang ia peroleh dari hasil jualan hari itu. Hendrickson berjalan di depannya dengan langkah tenang, tidak tergesa. Begitu sampai di gerobak, ia naik ke tempat duduk kayu dan mengambil tali kekang kuda. Arga mengikutinya, duduk di samping pria tua itu. Kuda tua itu mulai berjalan dengan ritme yang stabil, seolah sudah hafal jalan pulang tanpa perlu diarahkan. Gerobak berderit pelan setiap kali roda melewati batu atau akar yang mencuat dari tanah. Arga mengeluarkan kantong koin dari sakunya dan menuangkannya ke atas kain yang terbentang di pangkuannya. Koin-koin kecil berkilau di bawah cahaya sore yang redup.
Read more