Di hadapan El saat ini terbaring tubuh seorang perempuan. Rambut hitam legamnya menjuntai berantakan di sisi ranjang, wajah pucatnya begitu ia kenal. Tapi meskipun pucat, tetap sangat cantik dimatanya. “Azalea…” El berbisik, suaranya pecah penuh ketidakpercayaan melihat sosok yang sudah dicarinya selama beberapa hari ini, kini berbaring di hadapannya. Tubuh El seakan tak menuruti perintah otaknya. Namun sesaat kemudian, El langsung berlari dengan tergesa, lututnya bahkan hampir goyah saat ia tiba di sisi dipan itu. El langsung menggenggam tangan Azalea dengan erat, seolah takut jika perempuan itu akan lenyap bila ia melepaskannya barang sekejap saja. “Azalea, ini benar kamu, kan, Sayang?” El berusaha menahan tangisnya, jari-jarinya bergetar ketika ia menyentuh kulit dingin kekasihnya tersebut. Kemudian, El buru-buru menunduk, dan memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan Azalea. Dan ada detaknya, meski sedikit lemah. El menghela napas lega, air matanya tiba-tiba mengalir
Terakhir Diperbarui : 2025-09-24 Baca selengkapnya