El menghela napas panjang saat mendengar perkataan kedua orang itu, lalu ia memberi isyarat singkat kepada anak buahnya untuk tetap berjaga. “Jangan lepaskan mereka sampai kalian memastikan kebenarannya. Tetap tahan mereka,” ucapnya datar, namun terdengar tajam. Setelah itu, ia berbalik dan meninggalkan gudang tersebut. Malam kini sudah hampir berganti dengan pagi. Lampu jalanan mulai meredup, menyisakan lengangnya kota yang hanya ditemani suara mesin mobil El yang kini sedang melaju dengan kencang. El merasakan tubuhnya yang letih, matanya yang berat, tapi otaknya harus tetap bekerja dengan penuh tanya dan kecemasan. Sesampainya di rumah sakit, El tidak langsung menuju ruang rawat ibunya. Kakinya justru membawanya ke lantai VIP, tempat orang tua Azalea dirawat. Dari balik kaca pintu, ia melihat sosok Azlan duduk di tepi ranjang dengan kepala yang menunduk, sepertinya dia tertidur, tapi meskipun begitu, tangannya masih menggenggam tangan istrinya yang tampak lemah. Sang istri ta
Terakhir Diperbarui : 2025-09-20 Baca selengkapnya