Sejak pertemuan mereka di hari itu, perubahan sikap Regina benar-benar nyata. Dia mulai mengirimkan berbagai macam hadiah ke rumah Randy. Sebagian besar merupakan perlengkapan bayi. Dari baby crib, selimut dan perlengkapan tidur, mainan, hingga lusinan pakaian yang manis, topi, sarung tangan dan sarung kaki...Sarah terkejut melihat semua hadiah yang memenuhi ruang tamunya ini.“Sayang, ini terlalu berlebihan kan?” ucap Sarah pada suaminya.Randy tertawa geli. “Biarkan saja, Sarah. Aku lebih suka Ibu yang sibuk memilih hadiah, daripada Ibu yang berusaha memisahkan kita seperti sebelumnya.”“Kita bahkan belum tahu bayinya laki-laki atau perempuan…” Sarah menunjuk ke tumpukan pakaian-pakaian tersebut. Baik pakaian untuk bayi laki-laki maupun perempuan sudah tersedia di sana.“Tidak masalah, Sayang. Karena kita sudah mendapatkan kedua jenisnya, nanti kita singkirkan saja barang-barang yang tak terpakai.”“Iya, tapi ini pemborosan kan?” ujar Sarah lagi. “Tolong sampaikan pada Ibu, jangan
Read more