Happy Reading*****"Sayang, Mas mohon jangan seperti ini," ucap Bagas. "Tia, bukannya aku mau ikut campur," sahut Fikri yang kini sudah berdiri di samping sahabatnya. "Waktu itu, Bagas nggak tahu harus berbuat apa. Saat dia menelpon kami dan memberitahu bahwa dirinya sedang dijebak oleh Nazar. Satya sudah berusaha untuk menolong dengan mendatanginya di hotel tersebut. Tapi, semua terjadi di luar kendali. Ketika kami datang, dia sudah masuk kamar hotel denganmu.""Jadi, sebenarnya Pak Fikri tahu kejadian malam itu?" tanya Mutia dengan suara tinggi. "Sebagai sahabatnya, kamu semua tahu. Tapi, kami terlambat menyelamatkan dirinya.""Fik," panggil Bagas disertai gelengan kepala kuat."Dia juga harus tahu bagaimana kondisimu malam itu, Gas," kata Fikri. "Sudahlah, jangan bahas masalah malam itu," ucap Bagas. Dia pun menoleh pada Mutia. "Sayang, maafkan Mas jika selama ini kamu sudah banyak menderita. Sekarang, katakan bagaimana Mas harus menebus semua itu?""Permintaanku cuma satu. Buk
Last Updated : 2025-07-16 Read more