“Bagus! Bagus!” Bos preman melirik kembali keduanya. Mereka sudah terlihat pucat dan tidak berani berkata. Mereka takut, saat melakukan protes wajah mereka berdua menjadi sasaran empuknya.“Tapi, Bos, mmm …,” ucapnya membuat Wina dan Sasha menarik wajah mereka. Wina dan Sasha merasa tercekik, mereka masih membayangkan barang apa lagi yang akan mereka hancurkan.“Apa lagi?” dia menaikan rahangnya.“Dua mobil di depan, belum kita hancurkan!” cetusnya.“TIDAAKKK!!” mereka berdua menggeleng mantap dan segera melompat ke bos preman. Wina dan Sasha memegangi kaki bos preman tadi.“Ja-jangan, Bos! Itu Mini Cooper keluaran terbaru. Jangan dihancurkan, huhuhu!” ucap Shasa.Mereka berdua merengek. Apapun akan mereka lakukan agar kedua mobil baru yang belum lama dia naiki selamat.“Ck, ck, ck. Benar-benar keluarga sampah. Pantas saja bos besar menyuruh kita memberi pelajaran!” ucap bos preman tadi menatap sinis bergantian pada mereka.“Bo-bos besar kata kalian? Si-siapa dia?” Wina mendongak
Terakhir Diperbarui : 2025-06-28 Baca selengkapnya