"Pergilah, aku mau istirahat," kata Dika, lalu hendak menutup pintu.Plak! Putri Naga menekan pintu dengan satu tangan, mencegah Dika menutupnya. Dengan mata berkaca-kaca, dia berkata, "Dika, aku mengambil risiko sebesar ini untuk menemuimu, tapi kamu malah mengusirku. Aku sangat sedih. Huhu ...."Putri Naga mulai terisak pelan.Seorang pria, terutama pria sejati, begitu melihat wanita menangis, pasti akan kebingungan dan tidak tahu harus bagaimana menenangkan. Dika termasuk tipe itu.Melihat Putri Naga menangis, dia panik dan buru-buru bertanya, "Sebenarnya kamu mau apa?"Putri Naga berkata, "Dika, kamu bahkan nggak tahu etika dasar menjamu tamu? Aku datang menemuimu, kamu nggak mempersilakanku masuk untuk minum segelas air? Kamu begitu membenciku? Huhu ...."Dika tak berdaya dan akhirnya berkata, "Sudah, jangan nangis. Masuklah."Putri Naga segera berhenti menangis dan menyelinap masuk ke kamar. Setelah masuk, Putri Naga melirik sekeliling. Kamar itu adalah sebuah suite. Bagian luar
Read more