'Sialan, memang harus menyebut-nyebut aku segala!'Teja yang berada di samping, melotot tajam ke arah Ewan. Jika tatapan bisa membunuh, Ewan pasti sudah tercabik-cabik ribuan kali.Ewan melanjutkan, "Tentu saja, kalau Pak Danta benar-benar nggak mau bertanding denganku, aku juga nggak akan memaksamu. Hanya saja, sebutan Dokter Suci Korilia itu, di dalam hatiku mulai sekarang akan berubah menjadi satu kata.""Satu kata itu adalah, sampah!"Alis Danta langsung terangkat karena marah. Dia menekan amarahnya sekuat tenaga, lalu mendengus dingin dan berkata, "Ewan, kamu adalah orang pertama yang berani mengatakan aku sampah.""Hanya karena kesombonganmu ini, tantangan akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Aku hanya berharap kemampuan medismu setajam lidahmu, jangan sampai mengecewakanku."Ewan tertawa lepas dan berkata dengan suara lantang, "Pak Danta, tenang saja. Aku nggak akan mengecewakanmu. Aku hanya akan membuatmu putus asa."Kalau sudah tidak sejalan, bicara lebih jauh pun tidak ada
Read more