"Buka pintunya," perintah Shouichi."Siap." Seorang tokubetsu-nin membuka pintu besi itu.Di balik pintu besi terdapat sebuah ruang rahasia."Kalian semua keluar. Ingat, tanpa perintahku, nggak seorang pun boleh masuk," kata Shouichi."Baik." Dua tokubetsu-nin itu segera pergi.Shouichi berdiri di ambang pintu dan melirik ke dalam. Ruang rahasia itu sangat redup, hanya ada beberapa lampu minyak di dinding yang memancarkan cahaya lemah.Tempat ini tidak pernah terkena sinar matahari sepanjang tahun. Udara di dalamnya pun pengap dan agak lembap.Shouichi menekan sebuah tombol di luar pintu. Dengan bunyi "plak", lampu di ruang rahasia menyala.Seketika, seorang wanita cantik muncul dalam pandangannya. Itu Akiyama!Saat ini, seluruh tubuh Akiyama terikat tali, duduk di sudut ruangan, dengan kain tersumpal di mulutnya.Begitu melihat Shouichi, amarah muncul di mata indah Akiyama. Dia terus mengeluarkan suara "mmph", tampak seperti ingin bertarung mati-matian dengannya."Ketua Akiyama, maafk
Mehr lesen