"Siapa di luar?" teriak Dickson setelah mendengar suara dering ponsel dari luar pabrik."Nggak ada orang di luar. Tuan, jangan-jangan ...."Bum!Belum sempat anak buah itu menyelesaikan ucapannya, pintu besar pabrik tiba-tiba ditendang hingga terbuka."Siapa?" Dickson terkejut dan matanya langsung tertuju ke arah pintu.Kemudian, Ewan berjalan masuk dari luar. "Kamu cari aku, 'kan? Aku sudah datang."Ewan melirik sekilas. Melihat Lisa hanya diikat tanpa mengalami luka lain, rasa khawatirnya langsung hilang. Begitu Ewan muncul, belasan pria bertopeng segera mengepungnya.Dickson tertawa keras saat melihat Ewan, "Dasar bodoh, malah milih mau ke neraka. Tapi nggak apa-apa, aku jadi nggak usah nungguin kamu.""Ewan, tahu kenapa aku culik pacarmu?""Tahu, kamu ingin balas dendam," jawab Ewan dengan tetap tenang."Benar." Dickson berkata, "Seumur hidupku, aku belum pernah bertemu orang sesombong kamu. Kamu berani menyuruh orang mematahkan kedua tanganku, nyalimu memang besar. Sekarang, aku a
Read More