Setelah Nazar selesai melantunkan puisinya, dia menoleh ke arah Ewan dan bertanya, "Bocah nakal, gimana menurutmu puisi yang baru saja kubuat? Lumayan, 'kan?"Ewan menyahut, "Puisi yang kamu buat itu ...."Belum sempat dia menyelesaikan ucapannya, Nazar sudah menyambung perkataannya sambil tersenyum, "Kamu ingin bilang bagus sekali, 'kan? Jangan memujiku, kalau nggak aku akan jadi sombong.""Pepatah lama bilang, kesombongan membuat orang tertinggal, kerendahan hati membuat orang maju. Aku harus rendah hati.""Tapi kalau dipikir-pikir, kemampuan membuat puisiku sebenarnya biasa saja, nggak bisa dibandingkan dengan penyair zaman dulu."'Bukan sekadar tidak bisa dibandingkan, jaraknya bahkan seperti langit dan bumi.' Baru saja Ewan mengeluh dalam hati, dia mendengar Nazar berkata lagi, "Tapi dibandingkan dengan beberapa penyair yang terkenal, masih lebih dari cukup."'Sialan, jangan menghina penyair terkenal, boleh nggak? Kamu nggak pantas!' Ewan benar-benar ingin meninju wajah orang tua
อ่านเพิ่มเติม