Ewan bingung dan bertanya, "Kamu seorang pertapa, untuk apa butuh uang sebanyak itu?"Nazar menyahut, "Aku ingin membangun kembali Akademi Nagendra. Kamu tahu berapa biaya untuk membangun kembali Akademi Nagendra? Setidaknya puluhan triliun! Dasar bajingan, kamu memeras 200 miliar dariku, aku akan membencimu seumur hidup!""Cuma 200 miliar, sampai segitunya?" tanya Ewan. "Gimana kalau uangnya kukembalikan saja?"Wajah Nazar langsung berseri-seri. "Boleh, boleh!"Ewan berkata, "Lihat, aku cuma bercanda, tapi kamu malah menganggapnya serius."'Sialan!' Nazar begitu kesal sampai pipinya menggembung. Dalam hati, dia mengutuk, 'Bajingan, tunggu saja. Setelah aku berhasil melatih sembilan aliran energi murni, aku pasti akan memukulmu habis-habisan!'Kemudian, Ewan mengangkat kepala dan melirik gunung tunggal itu. Dia berkata, "Gunung ini tingginya sampai ribuan meter, hutannya penuh kabut beracun. Tua bangka, kamu bisa naik?""Cuma kabut beracun seperti ini, jangan harap bisa menghalangiku."
อ่านเพิ่มเติม