ANMELDENYa, benar, Benson khawatir dirinya akan kehilangan segalanya."Selain itu, kamu tahu latar belakangku yang terbongkar akan membawa masalah bagi Keluarga Aditya, kenapa kamu masih memberitahunya?" Ewan menunjuk ke arah Fizar.Benson berkata, "Kak Fizar bukan orang luar, dia saudaraku.""Omong kosong! Kalian nggak punya hubungan darah, saudara macam apa? Paling cuma teman berengsek," kata Ewan. "Jangan lupa, 20 tahun lalu saat pengepungan dan pembunuhan ayahku, Keluarga Maurisius juga ikut serta.""Terus kenapa?" balas Benson. "Kak Fizar sudah janji padaku, dia nggak akan membocorkan latar belakangmu."Ewan tertawa sinis karena marah. "Dibilang kamu sampah kamu masih nggak terima. Sejak ribuan tahun lalu, contoh saudara yang saling mengkhianati, ayah dan anak yang saling bermusuhan itu sudah tak terhitung jumlahnya.""Apalagi dia bukan saudara kandungmu. Di antara keluarga besar, mana ada persahabatan? Yang ada hanya kepentingan.""Aku berani jamin, begitu Fizar kembali ke ibu kota, iden
Fizar terkejut oleh aura yang memancar dari Ewan. Dia tiba-tiba sadar bahwa dirinya tanpa sengaja telah membocorkan rahasia Ewan.Selesai sudah! Hatinya dipenuhi kepanikan. Dia sangat khawatir Ewan akan membunuhnya. Namun, Ewan justru tertawa."Lumayan juga, ternyata kamu tahu latar belakangku," kata Ewan sambil tersenyum. "Kamu tahu dari mana?"Fizar memaksakan dirinya tetap tenang dan berkata, "Aku punya caraku sendiri."Ewan berkata, "Di dunia ini nggak banyak orang yang tahu latar belakangku. Dengan kemampuanmu, kamu nggak mungkin bisa menyelidikinya. Benson, kamu yang memberitahunya?""Benar, aku yang bilang ke Kak Fizar," jawab Benson. Begitu selesai berbicara, wajahnya langsung ditampar.Plak! Ewan menampar wajah Benson dengan keras, memarahi, "Mulutmu nggak ada rem, pantas ditampar!"Benson marah. "Ewan, jangan keterlaluan!"Plak! Ewan menamparnya lagi, berkata, "Kamu sudah tahu identitasku, seharusnya kamu memanggilku kakak. Manggil namaku langsung, nggak menghormati yang lebi
"Kalau aku nggak mau lepas, gimana?" Ewan balik bertanya.Benson berkata, "Keluarga Maurisius adalah keluarga bangsawan papan atas di ibu kota. Menyentuh Kak Fizar nggak akan membawa keuntungan apa pun bagimu. Kalau kamu membuat Keluarga Maurisius marah, kamu akan mengalami bencana besar."Ewan mencibir. "Menurutmu aku akan takut pada Keluarga Maurisius?"Fizar benar-benar tersulut amarah oleh sikap arogan Ewan. Dia berkata dengan suara berat, "Ewan, jangan kira kamu bisa berbuat sesuka hati karena kamu adalah pemimpin Organisasi Draken.""Aku beri tahu kamu, Organisasi Draken itu hanya kekuatan bawah tanah yang nggak pantas tampil di permukaan. Selama ayahku memberi perintah, Organisasi Draken bisa lenyap dalam sekejap."Ayah Fizar adalah kepala badan pemberantasan kejahatan nasional, jadi kekuasaannya tidak kecil. Sebelum kakeknya pensiun, tingkat jabatannya hanya sedikit di bawah Latif."Mungkin kata-kata itu berguna untuk orang lain, tapi nggak untukku. Aku ini orang yang nggak tak
Pintu ruang VIP tiba-tiba ditendang hingga terbuka, lalu sesosok bayangan berjalan masuk dari luar.Ewan!Pupil mata Benson dan Fizar langsung menyempit. Walaupun mereka belum pernah bertemu langsung dengan Ewan, mereka sudah melihat fotonya di berkas sehingga langsung mengenalinya.Begitu melihat Ewan datang ke sini, Benson langsung tahu bahwa Dickson telah berkhianat. Dalam hati, dia memaki, 'Dasar anjing, berani-beraninya mengkhianatiku!''Si Limo itu bahkan nggak bisa membungkam orang, benar-benar sampah. Tunggu saja, nanti aku akan menghabisi kalian semua!'Pada saat yang sama, Benson sangat panik. Ewan bisa menemukan tempat ini berarti sudah tahu dalang di balik penculikan Lisa. Ditambah lagi kemampuan Ewan yang mengerikan, jantungnya sampai berdebar tidak karuan.Apa yang harus dilakukan? Benson segera memikirkan cara.Ewan masuk ke ruangan, melirik Benson dan Fizar, lalu bertanya, "Yang mana yang Benson?"Sebenarnya dia sudah mengenali Benson sejak awal. Karena wajah Benson aga
Ewan tersenyum dan berkata, "Mungkin dia mengincar tubuhmu."Lisa memutar bola matanya. "Dinda itu perempuan, mana mungkin dia tertarik padaku. Aku pernah tanya, dia ingin menikah dengan pria seperti apa? Dinda bilang dia suka pria asing yang tampan, yang tinggi dan kekar."Ewan tersenyum dan berkata, "Minat dan kesukaan seseorang akan berubah seiring bertambahnya usia.""Kak Lisa, nggak perlu terlalu khawatir. Dinda sudah lama ikut kamu, seharusnya dia nggak punya niat jahat padamu."Lisa mengangguk. "Aku sangat percaya pada Dinda. Selama ini aku selalu menganggapnya seperti adik sendiri. Kalau dia punya niat jahat padaku, aku nggak akan bisa hidup sampai sekarang."Dua puluh menit kemudian, mereka kembali ke vila.Ewan berkata kepada Lisa, "Kak Lisa, kamu masuk dulu. Aku mau keluar sebentar."Ada beberapa hal yang harus diselesaikan sepenuhnya, barulah dia merasa tenang.Lisa juga tidak bertanya Ewan mau pergi ke mana. Dia mencium Ewan, lalu tersenyum genit. "Suamiku, cepat pulang ya
"Bunuh kamu?" Lisa bertanya dengan heran kepada Ewan, "Kamu pernah menyinggung Benson?""Aku bukan cuma nggak pernah menyinggung dia, bahkan belum pernah bertemu dengannya," kata Ewan. "Tapi aku tahu dia memang mengincarku."Sebenarnya Ewan juga merasa sangat bingung, kenapa Benson ingin membunuhnya? Kalau dipikir-pikir, Benson adalah anak paman keduanya dan mereka berdua masih sepupu."Aku juga nggak tahu membunuhku itu ide Benson sendiri atau maksud dari pamanku?" Mata Ewan berkilat dingin.Dia sudah memutuskan, entah Benson bertindak sendiri atau Widopo yang ingin membunuhnya, jelas karena masalah ini sudah melibatkan Lisa, dia tidak akan membiarkannya begitu saja.Ewan berkata, "Kak Lisa, kamu telepon Kak Neva saja dulu. Dia khawatir sekali waktu dengar kamu diculik."Lisa balik bertanya, "Kok Neva tahu aku diculik?""Waktu terima telepon dari Dinda, aku lagi sama Kak Neva ...." Sebelum Ewan selesai berbicara, ponselnya berdering.Dia mengeluarkannya dan melihat, lalu tersenyum. "B
Marsudi dibunuh?Wajah Ewan dipenuhi keterkejutan. Dia segera menelepon Venus."Ada apa, kangen aku?" Suara Venus terdengar lembut dari seberang, sambil tertawa kecil.Ewan tidak berminat bercanda dan langsung bertanya, "Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa yang membunuh Marsudi?""Nggak tahu siapa pe
Mendengar ucapan Ewan, wajah Izaz langsung memerah. "Aku, aku tadi cuma bercanda." Di depan umum seperti ini, mana mungkin Izaz benar-benar menepati janjinya."Bodoh," Ewan tiba-tiba memakinya.Izaz langsung murka. "Bocah, jaga ucapanmu. Aku peringatkan kamu ...."Belum sempat Izaz menyelesaikan kal
Ewan merasa agak heran. Beberapa hari lalu, dua orang ini masih berada di Soharia, bagaimana sekarang malah muncul di Dadaru? Jangan-jangan belum kapok dipukuli, jadi datang lagi mencari masalah?Ewan mengangkat tangan dan menunjuk ke depan, lalu berkata, "Kak Lisa, Dodo, kalian lihat itu siapa?"Li
Wanita cantik adalah barang langka, dan wanita seperti Lisa yang bukan hanya cantik. Dia juga penuh godaan dan tahu cara membuat suasana menjadi seru. Wanita seperti ini jelas merupakan yang terbaik.Ewan sudah berkali-kali merasakan pesonanya. Namun setiap kali bersama Lisa, selalu ada sensasi yang







