共有

Bab 2203

作者: Rexa Pariaman
Ewan bertanya, "Tua bangka, buat apa kamu turun? Bukannya kamu nggak percaya sama aku?"

"Lihat omonganmu itu, kita ini sahabat terbaik, mana mungkin aku nggak percaya sama kamu?" Nazar berkata sambil tersenyum lebar, "Lagian, makin banyak orang makin banyak bantuan. Aku ini ahli yang sudah mengolah sembilan aliran energi murni, di dasar sungai nanti kita juga bisa saling menjaga."

Ewan mencibir, "Tua bangka, kamu sebenarnya mengincar harta di dasar sungai, 'kan?"

Nazar tidak menyangka pikirannya
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2208

    Ewan memegang Kantong Kosmik dan membuka mulut kantong itu, lalu mengarahkannya ke patung penjaga air sambil berseru pelan, "Masuk!"Suuut ....Patung penjaga air itu seolah ditarik oleh kekuatan besar, dalam sekejap langsung masuk ke dalam Kantong Kosmik. Yang paling ajaib, ukuran kantong itu tidak berubah, beratnya juga tetap sama."Benar-benar harta yang luar biasa," kata Ewan sambil tersenyum.Mata Nazar sampai memerah karena iri, lalu berkata, "Bocah, bagaimanapun juga, aku yang pertama kali menemukan patung penjaga air. Sekarang kamu yang mendapatkannya, sementara aku nggak dapat apa-apa. Kamu harus memberiku kompensasi.""Nggak masalah." Ewan langsung setuju, lalu berkata, "Nanti setelah kita kembali, aku carikan lima untukmu."Mendengar itu, mata Nazar langsung berbinar, "Serius?""Serius," jawab Ewan, "Lima pria gagah dari wilayah lain."Sialan!Wajah Nazar langsung berubah merah karena marah."Ayo pergi." Ewan tersenyum tipis, lalu melangkah ke depan.Nazar mengikuti di belak

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2207

    Nazar tertegun, "Kenapa kamu tahu?"Ewan tersenyum tipis, "Coba tebak."Tebak apaan!"Ayo kita ke sana lihat." Setelah berkata begitu, Ewan langsung berjalan menuju arah lumpur. Tak lama kemudian, dia sudah melihat patung penjaga air itu."Orang tua, harta sebesar ini kenapa nggak kamu ambil?" tanya Ewan.Nazar memaki, "Harta apaan, cuma patung penjaga air dari tahun 1664, sama sekali nggak berharga."Ewan bertanya, "Kamu nggak mau?"Nazar berkata, "Aku nggak mau."Ewan kembali berkata, "Kalau begitu jangan menyesal. Patung penjaga air ini adalah harta luar biasa."Nazar sama sekali tidak percaya, "Kalau kamu suka, ambil saja. Aku nggak tertarik. Pokoknya, bahkan kalau kamu kasih ke aku sekalipun, aku nggak mau benda ini.""Kalau begitu aku ambil." Setelah berkata demikian, tubuh Ewan melesat, dalam sekejap ujung kakinya sudah menginjak punggung patung penjaga air itu. Zayn berbisik pada Nazar, "Senior, harta sebesar ini, kenapa kamu nggak tertarik?"Nazar memaki, "Cuma besi tua, nggak

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2206

    Nazar langsung mengecilkan pupil matanya, tatapannya menyapu ke sekeliling dengan cepat.Detik berikutnya. Dia melihat di atas lumpur ada serangkaian bekas telapak tangan hitam yang samar, seolah-olah baru saja ada bayi merangkak di atas lumpur itu."Apa itu tadi?""Kenapa aku nggak merasakannya?""Ini nggak masuk akal!""Aku sudah mengolah sembilan aliran energi murni, bahkan kalau ada kultivator mendekat pun aku pasti bisa merasakannya, jangan-jangan ... benar-benar hantu?"Dalam sekejap, bulu kuduk Nazar berdiri.Tak sempat berpikir panjang, Nazar mengeluarkan selembar jimat, lalu menempelkannya di pergelangan kaki dengan cepat sambil komat-kamit membaca mantra. Jimat itu langsung terbakar dan bekas tangan hitam itu mengeluarkan asap hitam tipis.Tak lama kemudian, semuanya hangus bersih."Tempat ini terlalu aneh, aku harus segera pergi. Aku ini kepala sekte, nggak mungkin mati di tempat seperti ini. Aneh juga, kenapa bocah itu belum turun?"Nazar tidak tahu, sampai saat ini, Ewan d

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2205

    Nazar menggosok kedua tangannya dengan penuh semangat, lalu tubuhnya melesat maju. Dalam sekejap, kaki kanannya sudah ringan menapak di atas tanduk itu. Kemudian, dia membungkuk dan menyentuh tanduk tersebut.Sentuhannya dingin."Benar, ini benda perunggu." Nazar tak bisa menahan kegembiraannya. Tangan kanannya mencengkeram tanduk itu, tubuhnya langsung berbalik, lalu dia berteriak, "Angkat!"Tak disangka, tanduk itu sama sekali tidak bergerak.Namun, Nazar justru semakin bersemangat."Dugaanku benar, ini seekor sapi perunggu utuh. Hanya saja belum tahu dari zaman apa."Nazar langsung mengerahkan sembilan aliran energi murninya, memusatkan seluruh kekuatan ke lengan kanan, lalu kembali berteriak, "Angkat!"Bzzz ....Tanduk itu akhirnya terguncang, lumpur di sekitarnya sedikit turun, tapi hanya sebatas itu saja.Wajah Nazar berubah terkejut."Walaupun aku nggak sekuat bocah itu, tapi barusan setidaknya aku mengerahkan tenaga ribuan kati. Tapi cuma bisa membuat sapi perunggu ini bergetar

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2204

    Setelah Nazar melompat ke sungai, dia langsung tidak sabar menyelam menuju dasar.Dia memang tidak membawa alat penerangan apa pun, tetapi dia adalah ahli yang sudah mengolah sembilan aliran energi murni, penglihatannya luar biasa tajam, sehingga dia bisa melihat jelas benda-benda dalam radius tiga meter.Pada saat yang sama, dia sempat menoleh ke belakang. Melihat Ewan tidak ikut turun, hatinya langsung bersorak senang. "Bocah, nggak nyangka aku akan memainkan trik ini denganmu, 'kan?""Waktu kamu sadar nanti, aku sudah mendapatkan hartanya.""Hahaha ...."Nazar sangat bersemangat.Tak lama kemudian, Nazar sudah mencapai kedalaman 30 meter di bawah sungai dan melihat sebuah kapal karam. Kapal itu tersangkut di sebuah karang, di atasnya masih tergantung bendera Organisasi Draken dan ada belasan jasad di dalam kabin."Sekelompok orang sial, mati di tempat seperti ini. Sayangnya aku bukan orang Organisasi Draken, nggak punya kewajiban mengangkat kalian keluar. Tapi tenang saja, ketua kal

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2203

    Ewan bertanya, "Tua bangka, buat apa kamu turun? Bukannya kamu nggak percaya sama aku?""Lihat omonganmu itu, kita ini sahabat terbaik, mana mungkin aku nggak percaya sama kamu?" Nazar berkata sambil tersenyum lebar, "Lagian, makin banyak orang makin banyak bantuan. Aku ini ahli yang sudah mengolah sembilan aliran energi murni, di dasar sungai nanti kita juga bisa saling menjaga."Ewan mencibir, "Tua bangka, kamu sebenarnya mengincar harta di dasar sungai, 'kan?"Nazar tidak menyangka pikirannya terbaca oleh Ewan. Wajahnya sedikit canggung, lalu berkata, "Bocah, sebenarnya aku mau bantu kamu. Jangan lupa, makhluk itu masih ada di sungai. Kalau kalian masuk ke dasar sungai, lalu makhluk itu keluar menyerang kalian gimana?"Ewan berkata dengan nada meremehkan, "Kalau dia berani keluar, aku tebas dia dengan satu pedang."'Sial, bisa nggak jangan sok hebat begitu?'Nazar berkata, "Bocah, aku benar-benar ingin membantumu.""Memang kamu kuat dan nggak takut sama makhluk itu, tapi gimana kala

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status