Pukul 7 malam, di tepi Sungai Irida, bulan bersinar terang, sementara bintang-bintang tampak jarang.Ewan dan Nazar duduk di atas rerumputan, diam-diam menunggu datangnya tengah malam.Waktu berlalu, detik demi detik. Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam."Tua bangka, di mana harta karunnya?" tanya Ewan."Jangan terburu-buru. Saat tengah malam tiba dan fenomena lima bintang sejajar muncul, harta itu akan muncul sendiri." Nazar tiba-tiba teringat sesuatu, lalu berkata, "Harta ini sudah dicari Akademi Nagendra selama bertahun-tahun. Bocah sialan, aku peringatkan kamu, jangan rebutan denganku.""Tenang saja, aku nggak terlalu tertarik pada harta karun. Sekarang aku cuma ingin cepat-cepat memulihkan kultivasiku." Ewan melanjutkan, "Tapi kamu bisa mendapatkan harta itu atau nggak, tetap tergantung pada takdir."Nazar berkata dengan penuh percaya diri, "Kali ini, aku sudah melakukan persiapan matang. Harta itu pasti jadi milikku.""Semoga beruntung." Setelah mengatakan itu, Ewan
Read more