Wajah Nazar memang sudah suram sejak tadi. Sekarang setelah mendengar Ewan berkata "wajah tampan, keberuntungan besar", ekspresinya menjadi semakin suram. 'Maksudmu aku jelek, jadi nasibku buruk?'"Hmph!" Nazar mendengus dingin untuk melampiaskan ketidakpuasannya pada Ewan, lalu bersumpah dalam hati, 'Mulai sekarang, kalau cari harta karun, aku nggak boleh bawa bocah sialan ini. Selama ada dia, pasti aku nggak akan kebagian.'Nazar iri setengah mati. Ewan baru saja mendapatkan Mutiara Radaya, sekarang dia memperoleh satu Kaldron Kosmik lagi. Keberuntungan seperti ini hanya bisa dijelaskan dengan tiga kata, benar-benar melawan langit!Nazar iri sekaligus tidak rela. Dia berkata, "Bocah, kalau bukan karena aku, kamu nggak mungkin datang ke Draken Kota Lokara. Kamu bisa mendapat Mutiara Radaya dan Kaldron Kosmik itu berkat jasaku.""Sekarang aku nggak mendapat keuntungan apa pun. Masa kamu nggak berniat menghiburku sedikit pun?"Ewan menghibur, "Tua bangka, jangan berkecil hati. Sekarang
Read more