Share

Bab 2373

Author: Rexa Pariaman
"Kenapa aku harus marah?"

Neva berkata, "Setelah mengalami begitu banyak hal akhir-akhir ini, aku sudah memikirkannya dengan matang. Karena aku menyukaimu, maka aku harus menerima segala tentang dirimu. Sayang, aku pengertian banget nggak?"

Memang sangat pengertian. Hanya saja, perubahan sikapnya terlalu cepat sampai Ewan merasa agak tidak nyata. Dia masih belum terlalu yakin, lalu bertanya lagi, "Kak Neva, kalau sekarang aku pergi menemui Kak Lisa, kamu benar-benar nggak cemburu?"

Neva langsung
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2374

    Lisa benar-benar partner latihan yang sangat hebat. Dia dan Ewan saling beradu gerakan dengan latihan yang begitu intens. Berbagai jurus terus bermunculan. Pada akhirnya, setelah badai gairah yang begitu hebat, keduanya kelelahan sampai nyaris tak bertenaga.Lisa memainkan rambutnya yang berantakan sambil bertanya, "Sayang, kultivasimu benar-benar bermasalah?"Ewan mengangguk. "Hm, memang ada masalah.""Lalu kenapa aku nggak merasakannya?" Lisa memiringkan kepala, lalu berkata, "Menurutku kamu masih sehebat biasanya."Ewan tersenyum. "Fisikku memang bagus."Lisa berkata dengan wajah serius, "Latihan pendamping tadi ada hasilnya nggak? Kalau belum, kita lanjut lagi.""Lanjut lagi?" tanya Ewan sambil menatap Lisa. "Kak Lisa masih sanggup?""Sanggup atau nggak, coba saja sendiri."Begitu selesai bicara, Lisa langsung duduk di atas tubuh Ewan. Tak lama kemudian, suara-suara berirama kembali memenuhi ruangan.Entah sudah berapa lama berlalu, barulah semuanya kembali tenang.Ting!Ponsel Ewa

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2373

    "Kenapa aku harus marah?"Neva berkata, "Setelah mengalami begitu banyak hal akhir-akhir ini, aku sudah memikirkannya dengan matang. Karena aku menyukaimu, maka aku harus menerima segala tentang dirimu. Sayang, aku pengertian banget nggak?"Memang sangat pengertian. Hanya saja, perubahan sikapnya terlalu cepat sampai Ewan merasa agak tidak nyata. Dia masih belum terlalu yakin, lalu bertanya lagi, "Kak Neva, kalau sekarang aku pergi menemui Kak Lisa, kamu benar-benar nggak cemburu?"Neva langsung memasang wajah tidak senang. "Ewan, memangnya di hatimu aku ini pencemburu? Aku malas bicara sama kamu lagi. Cepat pergi cari Lisa. Kalau nggak, nanti aku nggak mau peduli sama kamu lagi."Wah, sekarang malah mengancam?Ewan langsung berkata, "Bagus ya, Kak Neva. Nyali kamu besar juga sampai berani mengancamku. Kamu tahu nggak, aku paling nggak suka diancam. Kalau musuh yang mengancamku, aku akan langsung membunuhnya tanpa ragu ...."Sebelum Ewan selesai bicara, Neva sudah menatapnya sambil mel

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2372

    Ega berkata, "Setelah Guru pergi, Akademi Mahameru butuh seseorang untuk menjaganya, jadi aku nggak bisa meninggalkan tempat itu terlalu lama. Aku berencana kembali dua hari lagi."Ewan merasa sedikit tidak rela.Kali ini keluarganya akhirnya bisa berkumpul kembali, tetapi siapa sangka mereka harus segera berpisah lagi."Ewan, nanti kamu pergi dulu ke Gunung Angkara dan Gunung Shuza untuk mencoba peruntungan. Kalau keberuntunganmu bagus dan berhasil menemukan nadi naga, kultivasimu akan segera pulih. Kalau di Gunung Angkara dan Gunung Shuza tetap nggak ketemu, barulah datang ke Gunung Mahameru."Ega berpesan, "Tapi, masalah ini nggak bisa terburu-buru. Kamu harus memulihkan tubuhmu dulu.""Hm." Ewan mengangguk pelan.Dua hari kemudian, Ewan keluar dari rumah sakit. Selain kultivasinya yang belum pulih, semua luka lain di tubuhnya sudah sembuh total. Keluarga mereka makan bersama dalam sebuah makan malam reuni, lalu Ega membawa Aruna kembali ke Akademi Mahameru.Ewan sendiri masih tingg

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2371

    Ewan langsung menyatakan sikapnya, "Pak Travis tenang saja. Seumur hidupku aku akan tetap setia menjaga negara dan sama sekali nggak akan mengecewakan kepercayaan Bapak.""Aku percaya padamu." Travis melanjutkan, "Ewan, coba lihat seragam jenderalmu."Ewan memperhatikannya dengan teliti dan baru sadar bahwa di pundak seragam itu ternyata ada tiga bintang emas. Dia langsung berkata dengan heran, "Apa Pak Travis nggak salah? Ini ....""Masalah sebesar ini ... mana mungkin aku salah?"Travis tersenyum lalu berkata, "Setelah berdiskusi dengan para jenderal tua, kami memutuskan untuk langsung menaikkan pangkatmu tiga tingkat. Hanya saja, usiamu terlalu muda. Kalau diumumkan ke publik, itu akan terlalu mengejutkan.""Karena itu, identitasmu hanya boleh diketahui oleh para jenderal berbintang tiga. Selain itu, kultivasimu sekarang sedang bermasalah. Aku khawatir kalau para ahli tersembunyi dari luar negeri mengetahui hal ini, mereka akan mencoba mencelakaimu.""Jadi, untuk sementara masalah i

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2370

    Pintu ruang rawat tiba-tiba terbuka. Aruna masuk dari luar.Neva langsung terkejut dan buru-buru keluar dari pelukan Ewan, lalu berdiri di samping dengan wajah merona. Aruna langsung melotot ke arah Ewan. "Kamu baru saja sadar, tapi nggak tahu jaga tubuh sendiri."Begitu mendengar perkataan itu, wajah Neva semakin merah. Dia menundukkan kepala dan tidak berani menatap Aruna. "Bu, bukannya Ibu mau pergi istirahat? Kenapa kembali lagi?" tanya Ewan.Aruna menjawab, "Pak Travis datang bersama sekelompok jenderal tua dan pasukan kehormatan. Sepertinya mereka ingin kasih kamu penghargaan.""Oh?" Ewan tampak terkejut. "Pak Travis belum kembali ke ibu kota?""Belum. Beberapa hari ini dia terus tinggal di tempat Sanusi."Tak lama kemudian, sekelompok orang masuk dari luar. Orang yang berjalan paling depan tidak lain adalah Travis.Di belakangnya ada Ega, Latif, dan Dewa Perang. Setelah mereka, menyusul Sanusi dan belasan jenderal tua lainnya. Travis mengenakan jas berwarna gelap. Dari tubuhnya

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2369

    "Kalau begitu aku pulang dulu." Umay melambaikan tangan, lalu berjalan cepat keluar dari ruang rawat. Ewan melihat mata Aruna yang memerah karena kurang istirahat. Dengan hati sakit dia berkata, "Bu, beberapa hari ini Ibu pasti sangat lelah. Ibu juga istirahatlah sebentar.""Aku nggak lelah. Justru ayahmu yang benar-benar kelelahan."Aruna berkata, "Begitu menerima telepon dari kakekmu, Ega langsung bawa aku turun gunung. Kami terus bergegas tanpa berhenti dari Akademi Mahameru sampai ke Laut Timur.""Tapi kami tetap terlambat. Waktu kami tiba di sini, kamu sudah terluka parah dan koma. Ayahmu marah besar lalu menerobos ke Negara Jaban dan membunuh sebelas ribu ahli bela diri di sana."Apa?!Ewan langsung terkejut.Aruna melanjutkan, "Aku bilang ingin Negara Jaban membayar sepuluh kali lipat, lalu Ega kembali pergi ke Negara Jaban dan membunuh sebelas ribu orang lagi.""Dia juga pergi ke kediaman kekaisaran dan membunuh lebih dari 500 pengawal serta pelayan Kaisar. Bahkan, dia meningga

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status