Setelah itu, Nazar memandang Ewan dengan tatapan iri dan dengki, lalu memaki, "Aku sudah susah payah sampai seperti ini, ujung-ujungnya malah kamu yang diuntungkan. Sialan!""Tua bangka, apa yang sebenarnya kamu katakan?" sahut Ewan. "Cepat bantu pikirkan jalan keluar. Meridian tubuhku sekarang sudah putus semua. Kalau terus begini, sebentar lagi aku akan jadi orang cacat!""Orang cacat? Hmph, siapa pun di dunia ini mungkin bisa jadi cacat, kecuali kamu. Mutiara Radaya sudah memilihmu sebagai tuannya." Nazar berkata dengan kesal, "Sial, seandainya dari awal aku tahu, aku nggak bakal ajak kamu ke sini.""Kalau para leluhur Akademi Nagendra tahu harta pusaka yang mereka cari selama ribuan tahun akhirnya malah jatuh ke tanganmu, mungkin mereka akan marah sampai muntah darah ....""Sudahlah, karena Mutiara Radaya sudah memilihmu, berarti ini memang takdirmu." Melihat wajah Ewan yang kesakitan, Nazar berkata, "Cepat bermeditasi, kosongkan pikiranmu, jalankan energi murni, dan jaga kesadaran
Read more