"Baik, kalau begitu aku akan menunggumu di Gunung Bayanaka," kata Nazar sambil tersenyum."Master Sunnata, gunung hijau tetap hijau, sungai tetap mengalir. Sampai jumpa lagi di lain waktu." Karavir merangkapkan kedua tangan memberi salam, lalu pergi sambil tersenyum.Baru setelah itu Ewan berkata, "Tua bangka, apa kamu nggak takut Master Sunnata melihat kumpulan puisi itu, lalu cari kamu untuk bikin masalah?""Aku malah takut kalau dia nggak cari aku untuk bikin masalah." Nazar berkata, "Kalau si hidung sapi itu berani datang cari aku, pasti akan kukasih pelajaran! Sudah lama aku ingin menghajarnya, hmph!"Malam itu, Ewan dan Nazar tetap berada di Puncak Kaisar, duduk bersila dan bermeditasi.Keesokan paginya.Kabut tebal muncul, seolah awan putih membentang sejauh ribuan kilometer, bagaikan sebuah cakram giok raksasa yang melayang di antara langit dan bumi. Seluruh puncak gunung tertelan lautan awan, kadang terlihat kadang menghilang, layaknya negeri para dewa.Ewan tercengang dan ber
Read more