Share

Bab 2388

Author: Rexa Pariaman
Ewan diselimuti cahaya lima bintang yang berjajar. Dia hanya merasa tubuhnya seringan bulu, ringan tak berbobot, seolah-olah hendak melayang menjadi dewa.

Pada saat yang sama, setiap pori-pori di tubuhnya terbuka, menyerap cahaya dari kelima bintang tersebut.

"Bocah sialan ini memang layak disebut Pewaris Langit. Keberuntungannya benar-benar luar biasa. Harta yang dicari Akademi Nagendra selama ribuan tahun akhirnya jatuh ke tangannya."

"Mutiara Radaya memiliki kemampuan mengubah fisik seseorang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2390

    Di langit kesembilan, tiba-tiba terdengar ledakan guntur. Terlihat satu sambaran petir setebal tong air yang membelah bentangan langit sejauh ribuan kilometer. Pemandangannya begitu mengerikan."Sialan!" Nazar ketakutan setengah mati. Dia buru-buru bersembunyi di belakang Ewan, lalu berkata dengan cemas, "Bocah, kamu nggak takut disambar petir. Cepat bantu aku tahan petir itu."Ewan tidak menjawab karena dia menyadari bahwa sambaran petir itu bukan menuju ke arah mereka.Jelegar! Petir itu mendarat di Sungai Irida di depan sana, sekitar 100 meter dari mereka. Ledakannya seperti peluru meriam yang meledak di dalam air hingga memunculkan gelombang raksasa yang menjulang tinggi.Nazar menyeka keringat dingin di dahinya, lalu berkata dengan rasa takut yang tersisa, "Aku kira petir itu mau menyambarku."Ewan mengingatkan, "Tua bangka, lain kali jangan terlalu sering bohong. Hati-hati kena sambaran petir."Nazar berkata, "Aku benar-benar nggak bohong. Kalau kamu nggak percaya, aku bisa bersu

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2389

    Nazar berkata, "Kalau kamu merasa perkataanku benar, bukankah seharusnya kamu kasih aku sedikit kompensasi?""Kompensasi apa yang kamu inginkan?" tanya Ewan.Nazar menunjuk tiga Kaldron Kosmik yang melayang di atas kepala Ewan, lalu berkata, "Kasih aku ketiga kaldron itu."Ewan langsung tertawa."Kamu setuju?" Nazar buru-buru berkata, "Cepat berikan padaku."Ewan tersenyum, lalu berucap, "Tua bangka, aku ingin kasih kamu empat kata. Wajah pas-pasan, mimpi ketinggian."Ekspresi Nazar langsung berubah. "Apa maksudmu?""Lupakan saja soal ketiga kaldron ini. Aku nggak mungkin kasih ke kamu."Saat berada di Pulau Kosong, Ewan sudah menyaksikan sendiri kekuatan Kaldron Kosmik. Bahkan serangan penuh seorang ahli tingkat maharaja pun tak mampu meninggalkan bekas sedikit pun di permukaan kaldron itu. Dari situ saja sudah jelas bahwa Kaldron Kosmik adalah pusaka tertinggi.Nazar langsung memaki, "Sialan, aku sudah kasih kamu Mutiara Radaya, membantumu membentuk Fisik Abadi, tapi kamu bahkan ngga

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2388

    Ewan diselimuti cahaya lima bintang yang berjajar. Dia hanya merasa tubuhnya seringan bulu, ringan tak berbobot, seolah-olah hendak melayang menjadi dewa.Pada saat yang sama, setiap pori-pori di tubuhnya terbuka, menyerap cahaya dari kelima bintang tersebut."Bocah sialan ini memang layak disebut Pewaris Langit. Keberuntungannya benar-benar luar biasa. Harta yang dicari Akademi Nagendra selama ribuan tahun akhirnya jatuh ke tangannya.""Mutiara Radaya memiliki kemampuan mengubah fisik seseorang. Ditambah kekuatan bintang dari fenomena lima bintang sejajar, dengan keberuntungan sebesar ini, bocah itu sudah berhasil membentuk Fisik Abadi yang legendaris.""Mulai sekarang, jalan menuju keabadian tinggal menunggu waktu." Nazar memandang penuh rasa iri.Seperempat jam kemudian, cahaya dari lima bintang perlahan menghilang. Saat Ewan membuka mata, dia mencium bau busuk yang luar biasa menyengat. Dia menunduk dan mendapati tubuhnya dipenuhi lapisan cairan hitam lengket.Bahkan pakaiannya iku

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2387

    Setelah itu, Nazar memandang Ewan dengan tatapan iri dan dengki, lalu memaki, "Aku sudah susah payah sampai seperti ini, ujung-ujungnya malah kamu yang diuntungkan. Sialan!""Tua bangka, apa yang sebenarnya kamu katakan?" sahut Ewan. "Cepat bantu pikirkan jalan keluar. Meridian tubuhku sekarang sudah putus semua. Kalau terus begini, sebentar lagi aku akan jadi orang cacat!""Orang cacat? Hmph, siapa pun di dunia ini mungkin bisa jadi cacat, kecuali kamu. Mutiara Radaya sudah memilihmu sebagai tuannya." Nazar berkata dengan kesal, "Sial, seandainya dari awal aku tahu, aku nggak bakal ajak kamu ke sini.""Kalau para leluhur Akademi Nagendra tahu harta pusaka yang mereka cari selama ribuan tahun akhirnya malah jatuh ke tanganmu, mungkin mereka akan marah sampai muntah darah ....""Sudahlah, karena Mutiara Radaya sudah memilihmu, berarti ini memang takdirmu." Melihat wajah Ewan yang kesakitan, Nazar berkata, "Cepat bermeditasi, kosongkan pikiranmu, jalankan energi murni, dan jaga kesadaran

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2386

    Setelah Ewan menggenggam Mutiara Radaya, dia bahkan belum sempat melihat lebih jelas apa keistimewaan mutiara itu, tiba-tiba mutiara itu sudah hancur berkeping-keping di telapak tangannya."Dasar bocah berengsek, kenapa kamu menghancurkan Mutiara Radaya?" Nazar langsung murka dan meraung ke arah Ewan, "Ganti mutiaraku!"Ewan menyahut, "Aku nggak menghancurkannya, mutiaranya pecah sendiri.""Aku melihatnya dengan mata kepala sendiri, masih berani ngelak?" bentak Nazar. "Apa kamu tahu, Akademi Nagendra sudah mencari mutiara ini selama ribuan tahun? Sekarang akhirnya berhasil kutemukan, malah kamu hancurkan.""Bocah kurang ajar, kenapa kamu tega melakukan ini padaku? Kenapa?!" Nazar meraung keras, nyaris kehilangan akal sehat.Dia sudah bersusah payah menemukan Mutiara Radaya, tetapi mutiara itu luar biasa panas sampai membuat telapak tangannya dipenuhi lepuhan. Karena tak ada pilihan lain, dia meminta Ewan untuk mencobanya. Siapa sangka, baru saja dipegang Ewan, mutiara itu langsung peca

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2385

    Tak lama kemudian, Ewan menyadari bahwa dahi Nazar mulai dipenuhi butiran keringat halus, wajahnya pucat, dan tubuhnya tampak sempoyongan."Tua bangka, kamu ngapain?" tanya Ewan."Jangan ganggu aku. Harta ini sebentar lagi akan memperlihatkan wujud aslinya." Nazar terus melafalkan mantra.Tiga menit kemudian ....Bzzz! Sebuah jimat hitam muncul dari udara kosong, lalu membungkus cahaya putih itu. Seketika, cahaya putih menghilang dan memperlihatkan sebuah mutiara sebening kristal.Ukuran mutiara itu hanya sebesar kepalan tangan bayi, putih tanpa noda, memancarkan cahaya hijau tua."Mutiara cahaya malam!" Ewan terkejut lalu bertanya, "Tua bangka, jadi harta yang dicari para ahli Akademi Nagendra selama beberapa generasi itu cuma sebuah mutiara cahaya malam?""Dasar nggak berwawasan." Nazar memandang rendah Ewan, lalu berkata, "Mutiara ini memang mutiara cahaya malam, tapi bukan mutiara biasa. Dia punya nama yang sangat terkenal, Mutiara Radaya!"Mutiara Radaya? Hati Ewan langsung tergun

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status