Ewan memasang wajah masam dan berkata, "Tua bangka, kamu terlalu serakah, ya?""Pil nggak ada bagianku, sekarang pedangnya juga mau kamu ambil. Mana bisa begitu."Nazar terkekeh. "Bocah, kamu sudah dapat nadi naga. Jadi jangan rebutan pil-pil ini sama aku. Kamu punya banyak sekali harta. Kasih Pedang Pemurni Iblis ke aku, dan aku nggak akan minta Kaldron Kosmik darimu.""Lagi pula, Pedang Pemurni Iblis ditempa dari tulang naga. Pedang itu memiliki efek menekan iblis, roh jahat, dan makhluk gaib. Senjata seperti itu paling cocok digunakan oleh seorang pendeta Tao.""Sedangkan kamu sudah mendapatkan Kitab Dewa Spiritual yang membuatmu kebal terhadap segala kejahatan. Pedang Pemurni Iblis nggak terlalu berguna bagimu. Jadi, berikan saja pedang itu ke aku. Saat ini aku benar-benar kekurangan senjata."Ewan berkata, "Kalau aku nggak mau kasih?"Nazar tersenyum dan berkata, "Bocah, jangan bercanda. Aku tahu seperti apa dirimu. Kamu pasti bakal kasih pedang itu ke aku.""Tujuanku turun gunung
Read more