Midori merasa tersinggung karena pikirannya terbongkar. Wajahnya sedikit memerah, lalu dia membalas dengan gugup, "Bukan urusanmu.""Aku hanya mengkhawatirkanmu." Nazar melirik Dewi Kembang, lalu berkata kepada Midori, "Sebenarnya, kalau kamu ingin bersama bocah itu, bukan berarti nggak ada cara.""Aku bisa memberimu sebuah saran. Asalkan Dewi Kembang menikah dengannya, kamu bisa menjadi selir pelayan. Dengan begitu, kamu bisa bersama si bocah."Wajah cantik Dewi Kembang memerah. Dia melotot kepada Nazar dan berkata dengan dingin, "Kalau kamu berani bicara sembarangan lagi, hati-hati lidahmu kupotong."Nazar tertawa, "Hehe. Nona, jangan marah. Aku hanya memberi Midori sebuah saran. Soal berhasil atau nggak, tetap tergantung kalian sendiri."Dewi Kembang tidak lagi menghiraukan Nazar.Sementara itu, Midori diam-diam melirik Dewi Kembang dan berpikir, jangan-jangan ketuanya juga menyukai Ewan? Kalau memang begitu, apakah dia harus bersaing dengan sang ketua?'Nggak, aku nggak boleh mereb
Read more