"Lebih baik biar aku yang memeriksanya untukmu!" Belum selesai Nazar berbicara, dia sudah mengulurkan tangan dan meraih gagang pedang dengan cepat.Namun, sebelum tangannya menyentuh gagang pedang, Pedang Kaisar Abadi tiba-tiba bergetar dan menebas secara horizontal. Seketika, ketajaman yang tiada tanding meledak.Nazar ketakutan dan buru-buru menarik tangannya sambil mundur dengan cepat. Namun, energi pedang itu langsung mengejar ke arahnya.Nazar ketakutan setengah mati. Dia bersalto beberapa kali berturut-turut dan akhirnya berhasil menghindari energi pedang itu."Sial, hampir saja aku jantungan." Nazar menghela napas lega. Namun, ketika berbalik, hidungnya membentur dinding halaman belakang dengan keras. Seketika, hidungnya pun berdarah."Aduh, sakit sekali!"Melihat kejadian ini, orang-orang yang ada di situ bukan hanya tidak menghiburnya, malah satu per satu menunjukkan wajah penuh penghinaan."Rasakan!""Itu gara-gara keserakahanmu sendiri.""Dasar bajingan, apa kamu nggak tahu
Ler mais