Dewi Kembang berkata, "Nggak."Lisa kembali bertanya, "Kalau begitu, kamu pernah mengganggunya?"Dewi Kembang menggelengkan kepala."Dik, bukan aku bermaksud apa-apa, tapi yang ini kamu yang salah," kata Lisa. "Kita semua sudah seperti keluarga. Kalau kamu ingin mengganggunya, ganggu saja. Dia nggak akan berani melawanmu. Tenang saja, Kakak akan selalu berada di pihakmu."Seperti keluarga? Mendengar dua kata itu, entah apa yang terlintas di benak Dewi Kembang hingga wajahnya seketika memerah.Lisa tahu Dewi Kembang mudah malu. Khawatir ucapannya terlalu berlebihan dan membuatnya kebingungan, dia segera mengalihkan topik. "Ayo, kita naik dan makan."Setelah berkata demikian, beberapa wanita itu berjalan bergandengan tangan dan langsung pergi, meninggalkan Ewan dan Zayn begitu saja."Kak, kamu makan saja sama mereka. Aku nggak ikut naik," kata Zayn.Ewan melotot. "Kenapa? Kamu menganggapku orang luar?""Bukan, bukan." Zayn berkata, "Kita sudah pergi beberapa hari. Aku harus pulang lihat
Ler mais