Teilen

Bab 2909

Rexa Pariaman
Gluduk!

Sebelum Peramal Sakti selesai berbicara, sambaran petir yang tebal turun dari langit dan seketika menghantam ubun-ubunnya.

Brak!

Tubuh Peramal Sakti langsung hancur menjadi debu.

"Guru!"

....

Kisah pun beralih ke Nenek Puspita.

Sejak melemparkan Bodhisattva Naga ke Jurang Pemusnah Jiwa, Puspita bergegas menuju Kota Ampat secepat mungkin.

Dia sangat membenci Ewan.

"Dasar bajingan! Kamu sudah membunuh begitu banyak orang di Kota Purnama, lalu menjebak orang lain. Bukan hanya itu, kamu juga
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2911

    Puspita memerintahkan Rafli dan Cadit, "Kalian berdua ikut denganku ke dataran es untuk menangkap bocah itu.""Baik!"Tak lama kemudian, Perahu Angin menghilang dari tempat itu.....Waktu kembali ke saat Ewan dan yang lainnya memasuki Rune Formasi Mahasuci.Setelah Rune Formasi Mahasuci diaktifkan, Ewan merasa sedikit bersemangat."Sebentar lagi kami akan tiba di Sekte Pedang Cakrawala. Apa pun yang terjadi, aku harus mendapatkan pengakuan Mata Air Takdir dan menyembuhkan Dewi Kembang."Waktu berlalu sedikit demi sedikit.Entah berapa lama kemudian, akhirnya rombongan mereka mendarat.Namun, yang menyambut mereka bukan energi spiritual yang melimpah, melainkan hawa dingin yang menusuk tulang. Angin dan salju menghantam wajah mereka dengan keras.Ewan menggigil kedinginan. Begitu mendongak, dia langsung tercengang. Dia tidak melihat pegunungan abadi yang menjulang di sekeliling mereka, tidak ada pula kicauan burung dan semerbak bunga. Bahkan, tidak terlihat seorang pun selain mereka.D

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2910

    Setelah menghantam Rafli hingga terpental, Puspita berteriak dengan murka, "Dasar bodoh! Kamu benar-benar mau bikin aku mati karena marah!""Bocah itu adalah pembunuh adik dan keponakanmu. Kamu bukan cuma mengajaknya minum, tapi juga memberinya 200 ribu batu spiritual.""Apa menurutmu adik dan keponakanmu masih belum cukup mengenaskan matinya?"Rafli bangkit dan kembali menghadap Puspita, lalu berkata dengan hormat, "Nenek, ada yang tidak kamu ketahui. Bocah itu membawa token milikmu untuk meminta batu spiritual. Dia juga bilang batu spiritual itu untukmu. Mana berani aku nggak memberikannya!"Plak!Puspita menampar wajah Rafli dan membentak, "Dasar otak udang! Kenapa kamu nggak mikir dulu? Mana mungkin aku meminta batu spiritual darimu?""Kakak seperguruanku itu tetua Aliran Hitam Putih. Kalau aku memang mau minta, apa mungkin dia nggak ngasih aku beberapa juta atau puluhan juta batu spiritual?""Cuma 200 ribu, memangnya bisa kupakai untuk apa?""Jelas-jelas bocah itu menipumu, tapi k

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2909

    Gluduk!Sebelum Peramal Sakti selesai berbicara, sambaran petir yang tebal turun dari langit dan seketika menghantam ubun-ubunnya.Brak!Tubuh Peramal Sakti langsung hancur menjadi debu."Guru!"....Kisah pun beralih ke Nenek Puspita.Sejak melemparkan Bodhisattva Naga ke Jurang Pemusnah Jiwa, Puspita bergegas menuju Kota Ampat secepat mungkin.Dia sangat membenci Ewan."Dasar bajingan! Kamu sudah membunuh begitu banyak orang di Kota Purnama, lalu menjebak orang lain. Bukan hanya itu, kamu juga menipuku dengan kata-kata manis sampai aku memercayaimu. Aku bahkan berniat menerimamu sebagai murid dan memberikan token pribadiku padamu.""Dasar penipu!""Sebaiknya kamu tetap berada di Kota Ampat dan jangan menggunakan tokenku untuk berbuat macam-macam. Kalau nggak, aku pasti akan menghancurkan tulangmu dan menebarkan abumu!"Puspita bahkan pernah menyombongkan diri di hadapan Tetua Keenam bahwa pengamatannya sangat tajam dan dia tidak pernah salah menilai orang. Tak disangka, kali ini dia

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2908

    Warisan mahasuci?Begitu mendengar kata itu, jantung Ananta berdegup kencang. Dia berkata, "Guru, kalau Guru bisa mendapatkan warisan mahasuci, Guru pasti bisa mencapai tingkat mahasuci."Tetua Keenam hanya tinggal selangkah lagi untuk mencapai tingkat mahasuci. Begitu memperoleh warisan mahasuci, dia pasti akan memelesat ke tingkat yang lebih tinggi.Pada saat itu, kedudukan Ananta tentu akan ikut terangkat."Benar. Aku sudah terjebak di puncak tingkat kesatuan ilahi selama bertahun-tahun. Hanya tinggal satu langkah lagi untuk memasuki tingkat mahasuci, tetapi entah kenapa, aku nggak pernah berhasil melewatinya. Kemunculan Makam Mahasuci kali ini benar-benar kesempatan yang dianugerahkan langit padaku."Tetua Keenam juga sangat gembira. Namun, kemudian nada bicaranya berubah."Hanya saja, mendapatkan warisan mahasuci mungkin nggak akan mudah. Aku juga baru mendapat kabar bahwa sekte-sekte lain telah mengirim orang ke dataran es untuk memperebutkan warisan mahasuci.""Ananta, kita ngga

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2907

    Tetua Keenam mengincar senjata ilahi di tangan Ewan, jadi mana mungkin dia berhenti begitu saja? Dia berkata, "Kamu nggak usah ikut campur sama urusanku. Peramal Sakti, cepat beri tahu aku, di mana dia?"Peramal Sakti mengulurkan tangan dan menunjuk ke arah utara.Tetua Keenam tidak mengerti maksudnya, lalu mendesak, "Jangan pura-pura misterius. Katakan langsung padaku, di mana dia sebenarnya?""Dataran es ...."Baru saja Peramal Sakti mengucapkan dua kata itu, darah mengalir dari sudut bibirnya dan kondisinya langsung melemah."Guru!" Anak laki-laki itu sangat terkejut. Dia buru-buru menopang Peramal Sakti dengan wajah panik.Tetua Keenam berkata, "Dia berada di dataran es? Peramal Sakti, jangan-jangan ramalanmu salah?"Kalau dulu, Tetua Keenam tidak akan pernah meragukan Peramal Sakti. Hanya saja, dia benar-benar tidak mengerti. Dataran es berada di dekat wilayah utara dan berjarak lebih dari lima juta kilometer dari Kota Ampat. Bagaimana mungkin Ewan bisa sampai ke sana secepat itu?

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2906

    Beberapa jam kemudian.Tetua Keenam dan Ananta muncul di puncak sebuah gunung yang diselimuti kabut. Saat mendongak, mereka melihat sebuah gubuk jerami reyot berdiri di antara pepohonan pinus hijau."Peramal Sakti tinggal di sini?" Ananta agak terkejut.Peramal Sakti adalah peramal nomor satu di Hutan Belantara Timur dan namanya tersohor di seluruh penjuru. Bahkan sekte-sekte besar seperti Aliran Hitam Putih dan Sekte Pedang Cakrawala terkadang harus meminta bantuannya.Bagaimana mungkin tokoh seperti itu tinggal di tempat sesederhana ini?"Benar. Peramal Sakti tinggal di sini."Setelah berkata demikian, Tetua Keenam membawa Ananta menuju gubuk jerami.Tak lama kemudian, mereka tiba di depan gubuk. Mereka melihat seorang pria tua dan seorang anak laki-laki sedang bermain catur di bawah sebatang pohon pinus tua.Rambut pria tua itu tergerai acak-acakan. Pakaiannya compang-camping, kakinya telanjang, dan penampilannya persis seperti pengemis.Sementara itu, anak laki-laki tersebut baru b

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status