Selesai berbicara, Ewan berbalik hendak pergi."Berhenti!" Logan tiba-tiba membentak dengan keras."Kamu mau apa?" Ewan menatapnya dengan dingin. "Kalau kamu masih mau menasihatiku, sebaiknya hentikan sekarang juga. Keputusanku sudah bulat. Aku harus pergi ke ibu kota."Logan melangkah ke depan, berdiri di hadapan Ewan, dan berkata dengan sungguh-sungguh, "Ewan, meskipun kita belum kenal lama, kamu sudah berkali-kali menyelamatkan nyawaku. Bagiku, kamu bukan cuma saudara, tapi juga penyelamatku.""Kalau kamu mati, aku nggak akan sempat membalas budi itu. Jadi aku sudah memutuskan, aku akan ikut bersamamu ke ibu kota. Sekalipun berbahaya, aku tetap akan ikut bersamamu.""Hm?" Ewan agak terkejut, tak menyangka Logan akan berkata seperti itu. Seketika, ada kehangatan yang mengalir di dadanya.Tandi menatap Logan dan membentak, "Kamu ini mau cari mati, hah?""Tandi, aku nggak bercanda. Aku serius. Kamu sendiri melihat sikap Ewan. Dia nggak akan bisa dibujuk. Kalau begitu, lebih baik kita t
Read more