Di rumah Keluarga Polin di ibu kota.Kepala pelayan masuk dengan tergesa-gesa ke ruang kerja, lalu berkata kepada Willy, "Tuan Muda, Pisau Neraka nggak bisa dihubungi.""Oh," balas Willy dengan tenang.Kepala pelayan menatap Willy sejenak, lalu bertanya, "Tuan Muda, Anda tidak merasa kaget?""Apa yang perlu dikagetkan." Willy melanjutkan, "Kalau Ewan nggak bisa mengalahkan Pisau Neraka, itu yang membuatku kaget.""Pisau Neraka memang seorang ahli. Kalau dia nggak tewas, dia akan menjadi bantuan besar bagi kita. Sayang sekali," ujar kepala pelayan dengan nada menyesal.Willy sama sekali tidak merasa iba, dia hanya berkata, "Sekuat apa pun seseorang, kalau nggak bisa berguna untukku, lebih baik dia mati.""Beberapa tahun lalu, aku menyelamatkan hidup Pisau Neraka di perbatasan. Awalnya aku berniat merekrutnya, siapa tahu si berengsek itu keras kepala sekali. Mau diberi uang, wanita, atau dijanjikan hal lain pun, dia tetap nggak terpengaruh.""Dia bisa menyetujui untuk membunuh Ewan kali
Read more