Erawan berteriak, suaranya bergetar karena marah."Berengsek, Alvaro! Kau menjebakku dengan Voxen Seraphina itu, pakai kamuflase supaya kelihatan seperti model generasi pertama! Itu curang. Babak ini nggak sah!"Alvaro Klaudius tidak bergeming. Dia hanya menyeringai. "Benarkah? Kau mau menarik ucapanmu sendiri sekarang?"Dia mengetuk gelangnya, menghubungkannya ke layar raksasa stadion. Kontrak itu muncul dengan jelas untuk dibaca semua orang."Orang ini, Erawan Raharja, pewaris Adipati Agung Erdama Raharja, bilang dia nggak mau bayar taruhan," seru Alvaro, suaranya memenuhi arena. "Warga Windergard, gimana menurut kalian?"Reaksi itu seketika. Cemoohan meledak dari segala arah, bergemuruh seperti badai.Sebagian orang di kerumunan, yang nekat mempertahankan taruhan mereka pada Erawan, berteriak agar balapan dibatalkan supaya uang mereka kembali. Namun, suara mereka langsung tenggelam ditelan gemuruh stadion.Sebagian besar penonton setuju, dokumen itu sah. Erawan yang meminta balapan
Read more