Wajah Erawan seolah-olah berubah dari merah menjadi hijau, lalu menjadi campuran murka dan rasa muak.Dia gemetar hebat, berusaha menahan diri, tetapi penghinaan, pengkhianatan, dan ejekan terang-terangan itu menghantamnya seperti pukulan berat di kepalanya.Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia mengerti rasanya dimanfaatkan, dikhianati, dan dipermainkan oleh wanita yang selama ini dia anggap sebagai sosok suci.Dia menerjang Sylvia dan menamparnya keras, berkali-kali, setiap pukulan menggema di Taman Langit."Dasar jalang!" raungnya, suaranya pecah karena marah. "Kau bohong padaku! Dasar kotor, beraninya kau menyeretku jatuh bersama orang sepertimu! Kau memaksaku menyentuh sampah! Akan kubunuh kau, jalang, aku bersumpah akan membunuhmu!"Sylvia menjerit, suaranya pecah saat dia terhuyung mundur, rambutnya terayun liar di setiap pukulan.Erawan terus memukulnya, setiap kata keluar seperti racun."Beraninya kau melakukan ini padaku, dasar jalang kotor!"Sylvia sudah mengorbankan seg
Read more