Ponsel Aqeela berdering. Panggilan dari dosen Febrino. Gadis itu segera menggeserkan icon hijau.“Halo, Prof.” Aqeela menerima panggilan. “Aqeela, kenapa kamu tidak datang ke kampus? Persiapan sudah beres. Apa kamu tidak ingin melihatanya dan mungkin menambahkan sesuatu?” tanya Prof Febrino. “Maaf, Prof. Aku kurang sehat. Besok atau lusa, aku akan pergi ke kampus,” ucap Aqeela.“Kamu sakit apa?” tanya Prof Febrino khawatir.“Tangan aku tergores saja dan sedikit deman,” jawab Aqeela. “Prof tidak usah khawatir. Aku akan segera sembuh,” ucap Aqeela. “Kamu dirawat di mana?” tanya Prof Febrino.“Hah? Apa?” Aqeela melihat pada Bramasta. Dia meminta izin kepada sang suami.“Ada apa?” tanya Bramasta. “Dosenku ingin menjengukku,” jawab Aqeela.“Apa boleh?” tanya gadis itu dengan manja. “Ya.” Bramasta mengangguk. Pria itu tidak berani mengecewakan Aqeela. Dia sudah berjanji untuk menuruti semua permintaan istrinya kecuali perceraian. “Terima kasih, Om.” Aqeela segera mengirim alamat dan n
Last Updated : 2025-08-01 Read more