Aqeela selesai sarapan. Gadis muda itu bersiap untuk ke kampus. Dia sudah harus mempersiapkan diri untuk seminar.“Om, aku pergi dulu.” Aqeela tersenyum pada Bramasta yang duduk di ruang tengah. Pria itu sengaja menunggu sang istri.“Aku akan mengatarkan kamu,” tegas Bramasta beranjak dari sofa.“Tidak usah, Om. Aku bisa pergi sendiri dengan motor,” ucap Aqeela.“Atau kamu mau mengendarai mobil sendiri.” Bramasta menatap Aqeela.“Tidak. Motor lebih cepat dan mudah. Dahh!” Aqeela melambaikan tangan pada Bramasta. Dia berlari menuju garasi mobil. Menngambil helm dan mengenakannya. Motor hitam telah siap digunakan.“Aqeela.” Bramasta mengacak rambutnya. Gadis kecil itu benar-benar suka bergerak cepat tanpa menunggu aba-aba.“Aku benar-benar sulit mengimbangi kamu, Aqeela.” Bramasta melihat Aqeela yang sudah mengendarai mobil meninggalkan halaman rumah mewahnya. Gadis muda yang baru beranjak dewasa itu benar-benar menyukai kebebasan karena semasa kecil dia dikurung di rumah dan bahkan teri
Terakhir Diperbarui : 2025-08-05 Baca selengkapnya