Aqeela terdiam menatap Alina. Gadis itu benar-benar bingung. Ada banyak informasi yang membuatnya kesulitan memilah baik dan salah. “Aqeela maafkan, Kakak.” Alina bersimpuh di hadapan Aqeela. “Kak, apa yang Kakak lakukan?” Aqeela berjongkok di depan Alina. “Maaf, Kakak tidak bisa menjaga dan melindungi kamu dari siksaan mama. Kakak tidak bisa berbuat apa-apa,” jelas Alina menangis. “Tolong, maafkan Kakak.” Alina memeluk Aqeela. “Kakak tidak bersalah. Jadi, tidak perlu minta maaf,” ucap Aqeela. “Terima kasih. Kakak benar-benar baru tenang sekarang.” Alina tersenyum. “Baiklah. Kakak tidak akan mengganggu kamu lagi.” Alina dan Aqeela beranjak dari rumput. “Kakak mau kemana?” tanya Aqeela. “Oh ya. Kakak sudah bekerja lagi di rumah sakit asing yang ada di Indonesia. Jadi, sekarang mau kembali bekerja. Kamu dengan siapa?” Alina tersenyum. Dia merapikan rambut Aqeela yang berantakan dengan lembut. “Aku bersama mama Jolia dan Jordi. Kami makan siang setelah fitting baju,” jelas Aqee
Last Updated : 2025-07-27 Read more