Menarik napas panjang, Juan mempersiapkan diri untuk ke luar dari persembunyian dan berlari secepat mungkin menuju pintu. Ia menatap ke depan, mengira-ngira jarak dari tempatnya saat ini. Semua harus dipikirkan secara matang sebelum ia berlari ke luar dari ruangan itu. "Jangan khawatir, aku pasti akan langsung menembak ke arah Marco saat kau ke luar dari persembunyian nanti," ucap Dirga. Suaranya terdengar dari alat komunikasi yang dipakai Juan. "Aku sudah berada di samping pintu. Aku melihat keberadaanmu." "Baik Dok, saya percaya pada Anda, tapi beri saya waktu untuk mengambil ancang-ancang." "Ya, silakan atur saja. Aku sudah bersiap," jawab Dirga. "Adrian juga sudah siap. Kami akan langsung menembak saat kau ke luar." "Baik, saya mengerti." Juan kembali menarik napas panjang sambil memejamkan kedua mata, berdoa. Tangannya memegang dada yang berdebar-debar. Detak jantungnya terasa begitu cepat, seperti baru saja berlari keliling lapangan. "Doakan Mas, Sayang. Setelah pe
Terakhir Diperbarui : 2025-12-11 Baca selengkapnya