Pagi itu benar-benar datang, seperti yang ia tuliskan semalam—dengan udara, cahaya, dan pilihan. Raina terbangun sedikit lebih awal, bukan karena alarm, melainkan karena tubuhnya sudah terbiasa bangun tanpa paksaan. Ia membuka tirai, membiarkan sinar matahari menyentuh lantai kamar, lalu berdiri di sana beberapa detik, merasakan hangatnya. Ada hari-hari yang dulu terasa berat bahkan sebelum dimulai. Kini, pagi adalah ruang kosong yang bisa ia isi dengan sadar.Di dapur, air mendidih perlahan. Raina menunggu, tidak sambil memeriksa ponsel. Ia menuang teh, menghirup aromanya, lalu duduk di kursi dekat jendela. Di luar, seorang tetangga menyapu halaman. Suara sapu dan kicau burung berpadu sederhana. Raina tersenyum kecil—hidup terus berjalan, bahkan tanpa rencana besar.Di kantor, agenda hari itu padat namun tidak menekan. Raina memulai dengan membaca laporan singkat dari divisi yang sedang uji coba jam kerja fleksibel. Hasil awal menunjukkan penyesuaian yang tidak seragam—ada tim yang b
Última actualización : 2026-01-31 Leer más