Pagi menyapa dengan cahaya yang jernih, seolah kota ikut bernapas bersama Raina. Ia bangun tanpa alarm, membiarkan tubuhnya menentukan waktu. Di dapur, ia menyeduh kopi, membuka jendela, dan mendengar suara burung yang jarang ia sadari dulu. Ada rasa cukup yang mengendap—bukan karena semua selesai, melainkan karena ia tahu apa yang sedang dijalani.Di kantor, Raina memulai hari dengan kebiasaan baru: membaca laporan singkat dari tiga sudut—lapangan, hukum, dan sumber daya manusia. Bukan untuk mengendalikan, tetapi untuk menyelaraskan. Ia memberi catatan kecil, menandai satu isu yang perlu dialog lintas tim. Ketika rapat dimulai, ia mengundang dua suara yang biasanya diam. “Kita ingin lengkap,” katanya, “bukan cepat.”Diskusi mengalir. Ada perbedaan yang tajam, ada kompromi yang lahir dari alasan. Raina memperhatikan bagaimana orang-orang menatap satu sama lain—lebih berani, lebih bertanggung jawab. Ia menutup rapat dengan keputusan sederhana: uji coba selama dua minggu, evaluasi terbu
Last Updated : 2026-01-17 Read more