Malam itu, Raina tidak bisa tidur. Meskipun hujan telah reda di luar, pikirannya tetap diselimuti badai. Di sudut kamar, kotak musik perak tergeletak, bersinar redup di bawah lampu meja. Ia membukanya perlahan, membiarkan melodi Langkah Kecil mengalun lembut, seperti pengingat bahwa ibunya selalu bersamanya, meski kini hanya melalui kenangan dan petunjuk yang ditinggalkannya.Elvano duduk di kursi dekat jendela, matanya awas menatap jalan di luar. Suasana villa tua itu sunyi, hanya suara jam dinding yang berdetak pelan dan suara hujan semalam yang menetes dari atap. Ia menghela napas panjang, menatap Raina. “Kau tidak boleh membiarkan rasa takut menguasaimu. Besok pagi, semua akan berubah.”Raina menatapnya, tangan masih memegang kotak musik itu. “Aku… aku takut, Elvano. Kalau Nadine berhasil menipu dewan… kalau semua orang percaya dia adalah pewaris yang sah… aku… aku akan kehilangan segalanya.”Elvano berdiri, berjalan mendekatinya. Ia menunduk, menatap mata Raina dengan serius. “Ka
Dernière mise à jour : 2025-11-05 Read More