Damian berdiri lama di ruang tengah. Nayla memeluknya erat, tapi alih-alih membalas, sebelah tangannya justru menekan permukaan meja hingga buku jarinya memutih. Semua hal yang ditangkap alat indra terasa samar, kecuali kekacauan yang ada di pikirannya sendiri.Nayla.Wanita itu adalah alasan dia bertahan hidup, tapi juga alasan seluruh pertahanannya runtuh lebih cepat.Damian menutup mata, menarik napas panjang, lalu membukanya lagi. Satu-satunya cara agar Nayla selamat adalah dengan perlindungan penuh. Namun, siapa yang bisa dia percaya? Adrian akan selalu menjaganya, Andy cukup tangguh, semua timnya loyal, tapi Damian tak akan pernah siap untuk menitipkan Nayla pada tangan siapa pun selain tangannya sendiri.Sialnya, di situlah letak bencananya. Karena jika terus bersama dirinya, Nayla juga bersanding dengan pusat badai. Jonathan tak akan berhenti. Setiap peluru, setiap mata, setiap intrik yang datang, arahnya akan selalu ke Damian, dan itu berarti ke arah Nayla juga.“Damian,” lir
Last Updated : 2026-01-06 Read more