Malam itu menjadi malam romantis antara Erlangga dengan Mirna setelah berpisah beberapa bulan. Erlangga tidak bisa menahan gairahnya. Di dalam kamar sejak membawa Mirna pindah beberapa menit yang lalu sisi bawah tubuhnya itu sudah dalam keadaan terjaga. Erlangga membaringkan tubuh Mirna di ranjang, setelah melepaskan baju Mirna dia melepaskan bajunya sendiri lalu dia naik ke atasnya. Saat jemari tangannya menyentuh sisi bawah tubuh Mirna, ternyata sisi tersebut juga sudah basah. Erlangga menekan jemarinya perlahan masuk ke dalam dan menunggu reaksi Mirna. Mirna menggigit bibir bawahnya sambil membuka pahanya sedikit, Erlangga menatapnya dan jemarinya sudah penuh dengan cairan licin. Mirna meremas bahu dan tengkuk Erlangga sambil menatap kedua mata pria itu. “Aku ingin, Mirna, aku tidak tahan,” ujarnya sambil menggesekkan ujung batangnya yang mengeras. “Iya, lakukan Er, aku juga menginginkan kepuasan,” balas Mirna. Erlangga menekannya masuk ke
Read more