Mirna terpaku tanpa bisa menjawab, tenggorokannya terasa tersumbat. Erlangga semakin gemas melihat Mirna mendadak menjadi wanita bisu. “Apa kamu butuh oksigen, sekarang?” cibir Erlangga sambil menepuk kedua bahu Mirna.Mirna hanya bisa menelan ludahnya sendiri. Dia tahu Erlangga sangat marah sekali hari ini. Mirna tidak mampu membuka mulut, dia benar-benar telah menjadi manusia beku seperti baru keluar dari dalam lemari pendingin.Erlangga menatap kedua bola mata Mirna dengan tatapan dingin, bersiap mundur menjauh dan pergi, Mirna langsung menggenggam lengannya, menggelengkan kepalanya.“Katakan alasanmu nanti saja!” Erlangga tetap pergi tanpa menunggunya bicara. ***Di luar kediaman di beranda samping, Anyu sejak tadi menunggu. Pria itu beberapa kali menatap arlojinya lalu menatap Mohan yang berdiri di samping. “Apa Tuan Erlangga menolak bertemu denganku?” tanyanya. “Tuan An, Anda harus menunggu sebentar lagi, sebelumnya beliau tidak memberi
閱讀更多