“Aku memang sibuk, tapi setelah menyelesaikan pekerjaan aku langsung pergi menemuimu.” Ujar Erlangga tanpa melepaskan pelukannya. “Ya,” jawab Mirna singkat.“Tapi kamu malah pergi ke kantor Tedja?”“Ah, itu, Tedja menelepon untuk membahas pekerjaan.” Jawabnya berbohong.Erlangga menyentuh pipi Mirna lalu melumat bibirnya. Mirna menyimpan banyak pertanyaan di dalam hati, Mirna tidak tahu harus memulainya dari mana. Dari yang terlihat bagaimana cara Erlangga memperlakukannya sekarang, sudah jelas pria di depannya itu sangat memikirkannya, sangat merindukannya, sangat mencemaskannya, sangat tidak ingin jauh-jauh darinya.Puas melumat bibir Mirna, Erlangga kembali memeluknya dengan erat. “Er, kamu tidak menjawabku, apakah besok aku masih harus ke BNC?” tanya Mirna ragu-ragu.Erlangga melonggarkan pelukannya. “Ya, tentu saja tetap harus ke BNC, kenapa? Kamu benci memeriksa berkas bertumpuk?”Mirna mengerucutkan bibirnya sambil memainkan jari telunju
Last Updated : 2026-05-21 Read more