Dorongan hasrat yang terus menyelimuti membuat Leo tidak kuat menahan itu. Ia menggandeng Sindi berjalan menuju ke toilet rumah sakit itu."Mas," ucap Sindi mengernyit. "Mau ke mana?""Udah ayok, ke toilet. Mumpung sepi," jawab Leo pelan.Sindi hanya diam, namun tidak ada penolakan, seolah tahu apa yang akan dilakukan Leo. Susana saat itu memang cukup sepi, mata Leo terus memperhatikan sekitar. Selang beberapa saat akhirnya mereka tiba di dekat toilet."Ayo masuk," ajak Leo, menarik tangan Sindi."Tapi, Mas." Sindi terlihat ragu."Udah ayo, buruan."Akhirnya Sindi pun masuk. Leo dengan cepat menutup pintu toilet itu. Ekspresi Sindi terlihat bingung, tegang. Ia hanya diam. Leo tersenyum menatapnya."Puaskan aku," bisik Leo.Sindi tidak menjawab.Leo langsung memeluk tubuh Sindi, dan langsung mencium, melumat bibirnya. Saat itu Sindi seperti kaget, tapi permainan Leo Perlahan-lahan membuat Sindi terbawa suasana."Hmmm...."Desahan kecil keluar dari bibir Sindi. Sementara Leo terus men
Última actualización : 2026-02-13 Leer más